______________________________________________________________________________________________________

Jumat, 07 Maret 2008

merbabu lagi




merbabu 02 maret 2008

malam ini aku lagi ga ada ide mo nulis puisi.. pengen cerita pendakian merbabu bersama kent, tor, dan plo ( move on .. guys ! ) tgl 02 maret kemarin , siapa tahu berguna... hwekekeke....


Gunung Merbabu terletak di Kabupaten Magelang, Boyolali-Jawa Tengah, mempunyai ketinggian 3142 meter diatas permukaan laut(mdpl) serta terdapat tiga buah puncak yakni puncak Antena atau Pasar Bubrah (2800m dpl), puncak Syarif (3119m dpl) dan puncak Kenteng Songo(3142m dpl). Merbabu memang mempunyai tantangan untuk didaki. Medan Gunung Merbabu terbuka, trek panjang dan berbukit-bukit.

Gunung Merbabu gunung yang tidak aktif . Masyarakat disekitar Gunung Merbabu kebanyakan bermata pencaharian sebagai petani. Itu dapat dilihat karena hutan Gunung Merbabu menjadi ladang pertanian, sama seperti kebanyakan gunung di pulau jawa.

Sebenarnya bila kita ingin melakukan pendakian menuju ke puncak Gunung Merbabu terdapat tiga pilihan jalur, yaitu: jalur Kopeng, jalur Selo, dan jalur Wekas.Pendakian kali ini kami berdua memilih jalur Selo karena aku sudah 3x naik dari sebelah utara ( wekas, kopeng, ngablak ).., tor & plo sekali naik..., dan kesemuanya belum pernah sampai ke puncak kenteng songo.

Jam 18.00 kami berkumpul di rumah plo, menyiapkan uborampe yang diperlukan.. musuh utama adalah dingin, maka barang yang harus dibawa jaket, kaos tangan, tutup kepala, kaos kaki,.. butuh pula senter ( naik malam ) dan mantol ( bila hujan ). Perlengkapan lain yang kami bawa adalah tenda parasit ( dum-e kent ), kompor mi ayam (we"e plo ), logistik ( mie, kopi teh, lampu badai, cam dig, dan yang paling penting...ROKOK ,maklum pecandu berat ! Jam 19.00 kami mulai melaju berboncengan ( 2 motor ) lewat nanggulan, kalibawang, muntilan.. terus blabak kekanan arah boyolali. tlatar, jlangkrah, lewat selo. Untuk menemukan letak basecamp kami harus bertanya-tanya pada orang yang kami temui di jalan, beruntung ada 2 pemuda yg mau mengantar kami ke jalan menuju basecamp ( walau sempat bingung juga...heheh ). Jam 22.30 kami sampai juga di basecamp pak bari. di basecamp ada 2 pendaki dari semarang yg lagi tidur, kata kang bari mo naik jam 5 pagi... di basecamp cuma kami berempat. kami pesan teh, nasgor, dan tidur2an sebentar.
Jam 01.30 kami memutuskan naik, daripada di basecamp kedinginan mending jalan cari keringat ! Mulai Base Camp Pak Narto kita akan melalui setapak taman nasional gunung merbabu yang masih asri, Kemudian memasuki hutan sekunder. Pada dasarnya akan memutari sebuah gunung kecil yang berada di sebelah kanan dan lembah disebelah kiri kita. Jalurnya sendiri cukup jelas dan tidak terlalu curam banyak trek lurus hanya saja karena ini merupakan jalur lama sehingga mulai menjadi jalur air dan licin. sepanjang pendakian kami sesekali melihat binatang malam yang berkeliaran, juga suara aneka serangga.

Setelah kira-kira 1 jam kami mulai memasuki tempat yang terbuka, Pos 1 telah terlewati. Akhirnya kami sampai di Pos 2 sekitar pukul 05.oo pagi. Tidak ada tanda di Pos 2 ini, hanya berupa pelataran berbentuk bukit. Dari Pos 2 ini jalur menjadi terjal dan licin. Selepas jalan setapak kami tiba sebuah dataran luas yang disebut Watu Tulis, karena di sini ada sebuah batu berukuran sangat besar. pemandangan di sini sangat indah...merapi nampak gagah. Memang di hadapan saya saat ini ada beberapa bukit membentang. Tapi disini sangat dingin, mungkin karena angin gunung turun perlahan dan berkumpul di lembah ini..juga kabut yang tebal.. kami pun mendirikan tenda dan memasak air untuk nge-teh ( biasanya kopi, jahe, sekoteng, tapi kami lagi pengan teh ). masak mie goreng ( biasanya popmie tp kami tak sempat beli...hehehe) ..setelah itu aku dan plo tidur pulas, sementara kent & tor jeprat jepret ambil gambar... kecewa deh, kabut tebal ...ga ada gambar yang bagus. jam 08.30 kami bereskan tenda dan packing melanjutkan naik.

Dari Watu Tulis, kami harus melewati dua bukit lagi, dan tinggi-tinggi..hehehe…kami mulai lelah. Ada plus minusnya juga berjalan di antara kabut. . Jalurnya tak begitu terlihat, harus ekstra hati–hati. Tapi enaknya pandangan kita terbatas, tidak bisa melihat jauh sehingga pandangan hanya fokus ke jalur. walau sesekali tanjakan jauh di depan sudah kelihatan,...masih panjang.


Sekitar jam 10.30 kami tiba di sebuah lapangan rumput kecil yang disebut Savana 1. Akhirnya kami melanjutkan perjalanan. Dua bukit terlewati dan kami tiba di Savana 2. Banyak Edelweiss di sini. Pilihan lain untuk nge-camp, tempatnya lumayan lapang dan tertutup. Tidak jauh berjalan dari tempat ini kembali semangat kami diuji. jalur berat menanjak panjang..sementara badan sudah capek, jam sudah siang.. kabut tebal..., tapi kami pantang menyerah , jalan pelan2 merangkak naik.. tanggung puncak samar2 terlihat.


Puncak memang sudah dekat, satu bukit lagi kawan…ayolah, aku di depan , jam 12.00 aku tiba di puncak Gunung Merbabu. .. horeeee ! mendengar teriakanku semua semangat.. kami sukses di puncak kenteng songo !!Dengan kamera ingin kami abadikan abadikan semua momen yang bisa ditangkap. sayang, beribu sayang kabut masih tebal !!!

Jam 12.30 memutuskan kembali turun. sepanjang perjalanan hujan turun.. jadi kami percepat langkah, tanpa istirahat.. hingga engkelku kambuh ( diketawai kent...lihat jalanku pincang.. yang penting kuat brew ! ).Dan jam15.30 aku dan kent sudah tiba di Base Camp. Disambut nasi telor ceplok dan teh panas, wahhh lezatnya tiada tara…….plo& tor tiba jam 17.00 , ternyata tor keseleo..jadi jalannya lambat, untung plo setia menemani..hehehehe.... jam 17.30 kami menuja rumah !!

Sayang sekali.. kami tidak bisa mendapatkan poto2 yang indah , kabut dan hujan selalu menyertai kami... namun semua nampak indah dalam ingatan yg kan selalu dikenang ( terutama di padang sabana ).. indah euy !

huh, nulis segini aku udah cape... lanjut next time we lah !!! thx...


1 komentar:

Anonim mengatakan...

asik bro... menyenangkan..
aku wis tau lho nang syarif karo genteng 9. (genteng opo kenteng to..?)
aku malah weruh hujan es, dulu pas turun dari puncak itu. katanya sih kalo ada hujan es bakalan terjadi badai hebat.. tp alhamdulillah, waktu itu tidak terjadi, dan aku masih bisa menuliskan komentar ini.. :)